Langsung ke konten utama

ILMU BUDAYA DASAR


ILMU BUDAYA DASAR


 Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki berbagai macam suku, agama, adat, bahasa, dan budaya. Sebagai warga Indonesia kita wajib mengetahui dan melestarikan warisan-warisan leluhur yang menjadi jati diri kita sebagai penerus generasi bangsa. Namun seiring bergantinya zaman, banyak budaya-budaya yang tergeser dengan budaya luar. Mulai dari bahasa, pakaian, makanan, musik, dan lain-lain. Tanpa kita sadari hal ini juga menjadi salah satu mengapa Indonesia mengalami penurunan mata uang. Mengapa? Tentu saja karena penduduknya lebih menyukai produk-produk luar dan mengabaikan produk dalam negeri yang kualitasnya pun tidak kalah saing dengan produk luar negeri.
Pada zaman ini, warga Indonesia mulai melupakan jati diri mereka dan membanggakan budaya lain. Banyak anak kecil yang tidak hapal lagu-lagu daerah, makanan khas daerah yang mereka tempati, bahkan beberapa anak sampai tidak mengetahui ada berapa banyak kebudayaan yang negeri ini miliki. Sebagai penerus bangsa, kita harus melestarikan budaya dan kembali mempopulerkan harta warisan bangsa ini. Oleh sebab itu, penting sekali bagi kita untuk mempelajari tentang ILMU BUDAYA DASAR.



A. PENGERTIAN

Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar-dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris The Humanities. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (refined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
  


B. TUJUAN

Ilmu Budaya Dasar (IBD) sebagai mata kuliah dasar umum, diberikan kepada mahasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta, bertujuan untuk mengembangkan daya tangkap, persepsi, penalaran, dan apresiasi mahasiswa terhadap lingkungan budaya. Tujuan lain diantaranya :
  • Ilmu budaya dasar bertujuan untuk mengenal dirinya sendiri lebih dalam maupun orang lain yang ia kenal luarnya saja
  • Mengenal perilaku diri sendiri maupun perilaku orang lain
  • Untuk pergaulan hidup dimasyarakat luas
  • Tidak terjerumus ke sifat-sifat kedaerahan dan sifat-sifat kekotaan
  • Memiliku pemikiran dan penglihatan yang jelas serta yang mendasar serta menghargai budaya yang ada disekitarnya dan ikut melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita
  • Peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta prilaku dan ketentuan manusia yang diciptakannya.


C. RUANG LINGKUP

          Terdapat  dua masalah pokok yang bisa digunakan untuk bahan pertimbangan dalam menentukan ruang lingkup IBD. Kedua masalah pokok ini adalah :

1. Berbagai faktor kehidupan manusia yang di dalamnya adalah permasalahan dalam menjalankan hidup dan fenomena budaya yang berkembang, dalam hal ini bisa dikaji dengan melakukan pendekatan budaya (the humanities).

2. Hakikat manusia baik secara individu maupun kelompok, memiliki aneka ragam kebudayaan pada zamannya serta ragam budaya dimasing-masing daerah.

Dari dua pokok persoalan ini, maka secara tidak langsung telah menempatkan manusia sebagai bahan kajian IBD. Manusia sebagai individu yang kreatif dalam hal ini dijadikan objek dalam menganalisis setiap fenomena budaya. Dalam perkembangannya, kajian ini melihat berbagai aspek atau faktor yang dilakukan manusia, seperti hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia, nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan manusia serta hubungan manusia dengan penciptanya.
  

Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :

1. Manusia dan Cinta Kasih

•    Kasih sayang
•    Kemesraan
•    Pemujaan

2. Manusia dan Keindahan

•    Renungan
•    Kehalusan
•    Kesarasian
3. Manusia dan Penderitaan

•    Rasa sakit
•    Kesyahidan
•    Siksaan
•    Kesengsaraan
•    Neraka

4. Manusia dan Keadilan

•    Kejujuran
•    Pemulihan nama baik
•    Pembalasan

5. Manusia dan Pandangan hidup

•    Cita-cita
•    Kebajikan

6. Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian

•    Kesadaran
•    Pengorbanan

7. Manusia dan kegelisahan

•    Keterasingan
•    Kesepian
•    Ketidakpastian

8. Manusia dan Harapan

•    Kepercayaan
•    Harapan


              Dari pengembangan persoalan diatas, nampak sekali bahwa orientasi Ilmu Budaya Dasar memang tidak terlepas dari masalah-masalah manusia dan kebudayaannya kedelapan pokok bahasan (beserta sub pokok bahasan) tersebut diatas pada dasarnya termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya (the Humanities).

              Dan sebagaimana dikemukakan, untuk mendekati masalah yang akan dikaji dalam ilmu budaya dasar, baik secara sendiri-sendiri maupun gabungan antar bidang. Perwujudan mengenai cinta kasih, misalnya terdapat dalam karya-karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan lain sebagainya yang semuanya meruakan benda-benda budaya. Untuk itu pokok bahasan mengenai manusia dan cinta kasih dapat didekati dengan menggunakan karya-karya tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Esensi Urgensi Identitas Nasional Sebagai Salah Satu Determinan Pembangunan Bangsa Dan Karakter?

         Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki begitu banyak keunikan dan keanekaragaman didalamnya. Seperti bahasa, budaya, adat istiadat,   kesenian, tumbuhan, binatang, dan lain – lain. Saking banyaknya keanekaragaman yang dimiliki Indonesia, sering kali masyarakat lupa akan kekayaan yang Indonesia miliki sehingga banyak kebudayaan Indonesia yang dicuri. Kebudayaan merupakan bagian penting dalam menentukan identitas seorang warga negara, menurut Richard Brisling kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai (values), pembentukan (formation) dan penggunaan kategori (use of categories), asumsi tentang kehidupan (assumption about life), dan kegiatan goal-directed yang secara tidak sadar diterima sebagai “benar” dan “benar” oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota masyarakat. Maka dari itu, kebudayaan sangat penting dalam menentukan identitas seorang masyarakat. Dengan nilai – nilai yang tercantum ...

BAGAIMANA URGENSI DAN TANTANGAN KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA BAGI INDONESIA DALAM MEMBANGUN KOMITMEN KOLEKTIF KEBANGSAAN?

BAGAIMANA URGENSI DAN TANTANGAN KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA BAGI INDONESIA DALAM MEMBANGUN KOMITMEN KOLEKTIF KEBANGSAAN?             Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa, meliputi seluruh aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan, dan ketangguhan serta mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan dari luar maupun dari dalam. Ketahanan nasional ( National Resilience ) merupakan salah satu konsepsi kenegaraan Indonesia. Ketahanan sebuah bangsa pada dasarnya dibutuhkan guna menjamin serta memperkuat kemampuan bangsa yang bersangkutan baik dalam rangka mempertahankan kesatuannya, menghadapi ancaman yang datang maupun mengupayakan sumber daya guna memenuhi kebutuhan hidup. Dengan demikian, ketahanan bangsa merupakan kemampuan suatu bangsa untuk mempertahankan persatuan dan kesatuannya, memperkuat daya dukung kehid...

Urgensi Integrasi Nasional Sebagai Salah Satu Parameter Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional. Menurut Howard Wriggins, integrasi nasional adalah penyatuan bagian yang berbeda-beda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan/kesatuan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang jumlahnya banyak menjadi satu kesatuan bangsa.             Kita semua wajib untuk mengikut sertakan diri dalam menjaga integrasi nasional dari berbagai macam ancaman, gangguan, hambatan yang akan datang dari mana saja, baik dari luar maupun dalam. Faktor - faktor penghambat integrasi nasional, diantaranya kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang memiliki sifat heterogen, kurangnya toleransi antar sesama golongan, kurangnya kesadaran di dalam diri masing-masing rakyat indonesia terhadap segala ancaman dan gangguan yang mucul dari luar, adanya sikap ketid...